Rabu, 15 Februari 2017

TT1MEDIA: GRAFIK BATANG

Perbandingan Titik Didih dan Titik Beku Air Pada Skala Thermometer

TT4LABOR: TUPOKSI KEPALA, TEKNISI DAN LABORAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA LABORATORIUM


FUNGSI
TUGAS POKOK
Merencanakan dan mengelola kegiatan laboratorium
1.      Menyusun rencana pengembangan laboratorium.

2.      Menyusun prosedur operasi standar (POS) kerja laboratorium.

3.      Mengkoordinasi kegiatan praktikum dengan guru.

4.      Menyusun jadwal kegiatan laboratorium.
Memantau sarana dan prasarana laboratorium
1.      Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat laboratorium.

2.      Memantau kondisi dan keamanan bangunan laboratorium.
Mengevalusi kerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium
1.      Menilai kerja teknisi dan laboran laboratorium.

2.      Menilai kegiatan teknisi dan laboran.

3.      Mengevalusi program laboratorium untuk perbaikan selanjutnya.
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1.      Menerapkan prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun.

2.      Memantau bahan berbahaya dan beracun, serta peralatan keselamatan kerja.



TUGAS POKOK DAN FUNGSI TEKNISI LABORATORIUM

FUNGSI
TUGAS POKOK
Merencanakan pemanfaatan laboratorium
1.      Merencanakan kebutuhan bahan, peralatan dan suku cadang laboratorium.

2.      Membuat daftar bahan, peralatan dan suku cadang yang diperlukan di laboratorium.
Mengatur penyimpanan sarana dan prasarana laboratorium
1.      Mencatat bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan peralatan teknologi informasi dan komunikasi.

2.      Mengatur tata letak bahan, peralatan dan fasilitas laboratorium.
Menyiapkan kegiatan laboratorium
1.      Menyiapkan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium.

2.      Menyiapkan paket dan bahan rangkaian peralatan yang siap pakai untuk kegiatan laboratorium.

3.      Membuat peralatan praktikum sederhana.

Merawat sarana dan prasarana di laboratorium

1.      Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium.


Menjaga Kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1.      Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun sesuai dengan prosedur keselamatan kerja di laboratorium.

2.      Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku.

3.      Memberikan P3K.


TUGAS POKOK DAN FUNGSI LABORAN LABORATORIUM

FUNGSI
TUGAS POKOK
Menginventarisasi bahan praktikum
1.      Mencatat bahan laboratorium.

2.      Mencatat penggunaan bahan laboratorium.

3.      Melaporkan penggunaan bahan dan alat laboratorium.

4.      Mencatat kerusakan alat.
Melaporkan kegiatan praktikum
1.      Mencatat kehadiran guru dan peserta didik.

2.      Melaporkan keseluruhan kegiatan praktikum secara periodik.
Melayani kegiatan praktikum
1.      Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan pada saat praktikum.

2.      Melayani guru dan peserta didik dalam pelaksanaan praktikum.
Mengelola sarana dan prasarana laboratorium
1.      Mengklasifikasikan bahan dan alat praktikum.

2.      Menjaga kebersihan alat praktikum.
Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
1.      Menangani bahan-bahan berbahaya  dan beracun sesuai dengan prosedur keselamatan kerja di laboratorium.

2.      Menangani limbah laboratorium sesuai dengan prosedur yang berlaku.

3.      Memberikan P3K.




TT3LABOR:PERCOBAAN ATWOOD

Pesawat ATWOOD Dasar Teori Pesawat Atwood Pesawat Atwood merupakan alat eksperimen yang digunakan untuk mengamati hukum mekanika gerak yang berubah beraturan. Alat ini mulai dikembangkan sekitar abad ke delapan belas untuk mengukur percepatan gravitasi g. Dalam kehiduapan sehari-hari kita bias menemui penerapan pesawat Atwood pada cara kerja lift. Sederhananya alat ini tersusun atas seutas tali yang dihubungkan dengan sebuah katrol, dimana pada ujung tali dikaitkan massa beban m1 dan m2. Jika massa benda m1 dan m2 sama (m1 = m2), maka keduanya akan diam. Akan tetapi jika massa benda m2 lebih besar dari pada massa benda m1 (m2 > m1), maka massa m1 akan tertarik oleh massa benda m2. Adapun gerak yang terjadi pada pesawat Atwood diantaranya 1. Gerak Lurus Beraturan Merupakan gerak lurus yang kelajuannya konstan, artinya benda bergerak lurus tanpa ada percepatan atau a = 0 m/s2. Secara matematis gerak lurus beraturan dapat dirumuskan sebagai berikut: S= v/t keterangan S = jarak tempuh benda v = kelajuan t = waktu tempuh 2. Gerak lurus Berubah Beraturan Merupakan gerak lurus dengan kelajuan berubah beraturan, dengan percepatan a adalah konstan. S= S0+v0t +1/2 at2 keterangan S = jarak yang ditempuh S0= jarak awal v0= kecepatan awal t = waktu Hukum-hukum yang terjadi pada pesawat Atwood diantaranya: Hukum I Newton berbunyi “jika sebuah benda atau system tibak dipengaruhi oleh gaya luar, maka benda atau system benda itu akan selalu dalam keadaan setimbang”.[1] Jika semula benda diam, maka selamanya benda itu akan diam. Dan jika benda semula bergerak maka benda akan bergerak lurus beraturan. Secara matematis hukum I Newton dirumuskan sebagai ∑F = O Yang diturunkan dari persamaan ∑F = dp/dt dimana p adalah momentum linier. Hokum II Newton berbunyi “jika suatu benda atau system benda diberikan gaya luar, maka percepatan yang ditimbulkan besarnya berbanding lurus dengan resultan gaya itu, dan searah dengan arah gaya tersebut”.[2] Semakin besar resultan gaya F maka percepatan a akan semakin besar. Secara matematis Hukum II Newton dapat dituliskan dengan persamaan: ∑F = ma Hokum III Newton menyatakan bahwa “gaya-gaya selalu terjadi dalam pasangan aksi-reaksi, dan bahwa gaya reaksi adalah sama besar dan berlawanan arah dengan gaya aksi”.[3] Faksi = -Freaksi Jika kita tinjau dari gaya-gaya yang bekerja dan gerak yang terjadi pada pesawa atwood, maka kita akan membaginya menjadi beberapa gerak, yaitu: Gerakan dari C ke A Benda m1 bergerak dipercepat beraturan ke atas, dan benda m2 bergerak dipercepat ke bawah. Jika gesekan katrol FK diperhitungkan, maka akan diperoleh gaya-gaya sebagai berikut: ∑F = ma W2 - W1 – Fk = m tota (m2-m1)g – Fk = (m1 + m2 + mk) a (m2-m1)g – Fk = (m1 + m2 + I/R2) a a=(m2-m1)g–Fk (m1 + m2 + I/R2) Jika m2 = m1 + m, maka akan dipeoleh nilai a a = mg – Fk (m1 + m2 + I/R2) Gerakan dari A ke B Jika waktu dari A ke B adalah tAB dan jarak tempuhnya adalah SAB, maka akan diperoleh hubungan SAB = vtAB Gerakan dari A ke B merupakan gerak beraturan, jadi benda tidak mengalami penambahan kelajuan, sehingga percepatannya sama dengan nol (a=0). PERCOBAAN PESAWAT ATWOOD TUJUAN Dengan dilakukannya percobaan ini, maka mahasiswa dapat mempelajari : 1. Penggunaan Hukum-hukum Newton 2. Gerak beraturan dan berubah beraturan 3. Menentukan momen inersia roda/katrol ALAT DAN BAHAN 1.Alat 1) Pesawat Atwood 2) Stopwatch 2. Bahan 1) Keping, massa 2 gram dan 4 gram METODE PERCOBAAN 1 . Gerak lurus beraturan 1. Timbangan beban m1,m2,m3,(usahakan m1=m2) 2. Letakan beban m1 pada penjepit P 3. Beban m1 pada pejepit P 4. Catat kedudukan penyangkut beban B dan meja C (secara table) 5. Bila penjepit P di lepas, m2 dan m3 akan dipercepat antara AB dan selanjutnya bergerak beraturan antara BC setelah tambahan beban tersangkut di B. catat waktu yang diperlukan gerak antara BC. 6. Ulangilah percobaan di atas engan mengubah kedudukan meja C (ingat tinggi beban m2) 7. Ulangi percobaan di atas dengan menggunakan beban m3 yang lain. Catatan : Seama serangkaian pengamatan berlangsung jangan mengubah kedudukan jarak antara A dan B. 2 Gerak lurus berubah beraturan 1. Aturlah kembali seperti percobaan gerak lurus beraturan 2. Catatlah kedudukan A dan B (secara table) 3. Bila beban M1 dilepas, maka m2 dan m3 akan melakukan gerak lurus berubah braturan antara A dan B, catatlah waktu yang diperlukan untuk gerak ini. 4. Ulangilah percobaan di atas dangan mengubah-ubah kedudukan B catatlah selalu jarak AB dan waktu yang diperlukan. 5. Ulangilah percobaan diatas dengan mengubah beban M3.

TT2LABOR:Permendiknas no 24 tahun 2007

http://pelayanan.jakarta.go.id/download/regulasi/peraturan-menteri-pendidikan-nasional-nomor-24-tahun-2007-tentang-standar-sarana-dan-prasarana-untuk-sekolah-dasar-madrasah-ibtidaiyah-sd-mi-sekolah-menengah-pertama-madrasah-tsanawiyah-smp-mts-dan-sekolah-menengah-atas-madrasah-aliyah-sma-ma-.pdf

TT1LABOR:permendiknas no 26 tahun 2008

http://sdm.data.kemdikbud.go.id/SNP/dokumen/Permendiknas%20No%2026%20Tahun%202008.pdf